Selamat Datang, terima kasih telah berkunjung."Disini kita bukan untuk saling bersaing, kita ada disini untuk saling melengkapi"

11 Februari 2012

Section break

Sering kita menemui, ada dua jenis penomoron halaman dalam penulisan skripsi, karya tulis, atau makalah. Misalnya dari halaman "Kata pengantar" sampai dengan "daftar isi" menggunakan penomoran halaman i, ii, iii dst, sedangkan dari halaman "Pendahuluan" sampai "Bab terakhir" menggunakan penomoran 1, 2, 3 dst. Contoh tersebut harus menggunakan teknik pembagian dokumen. Section break digunakan untuk membagi sebuah dokumen menjadi beberapa bagian. Antara bagian yang satu dengan bagian berikutnya ditandai dengan sebuah garis yang ditengah-tengahnya bertuliskan "section break (next page)". Tanda ini dapat anda lihat bila mengaktifkan Page layout > breaks > next page, kemudian tampilkan dokumen dalam outline dengan view > outline.
Tapi tahukah anda cara membuatnya. Solusinya, seperti yang saya jelaskan berikut ini:

Untuk latihan, ketik dulu teks di bawah ini:

Kata Pengantar
Daftar Isi
Pendahuluan
Bab  1    Gambaran Umum
       Sejarah Berdirinya
       Kepegawaian
       Struktur Organisasi
Bab  2    Landasan Teori
              Pengertian


Untuk melakukan pembagian dokumen  caranya sebagai berikut:
Misalkan dokumen ini akan kita bagi menjadi dua bagian. Bagian 1: berisi "Kata Pengantar" s.d. "Daftar Isi", menggunakan penomoran halaman i, ii, iii dst.
Bagian 2: berisi "Pendahuluan", "Bab 1"  dan "Bab 2", menggunakan penomoran halaman 1, 2, 3 dst.

1. Memilahkan bagian 1 dan bagian 2
   - Letakkan kursor di awal teks "Pendahuluan"
   - Klik Page layout > Breaks > Next page
   Sekarang bagian 1 dan bagian 2 sudah terpisah.

2. Pisahkan isi bagian 1, supaya menempati halaman sendiri-sendiri.
    - Letakkan kursor di awal teks "Daftar isi"
    - Klik Insert > Page breaks

3. Pisahkan isi bagian 2, supaya menempati halaman sendiri-sendiri.
    - Letakkan kursor di awal teks "Bab 1...."
    - Klik Insert > Page breaks
    - Kerjakan juga seperti di atas untuk "Bab 2"

4. Masuklah ke halaman "Pendahuluan"
    - Klik 2x pada area footer, untuk masuk ke area footer

  Perhatikan ribbon di bagian atas, tab "Design" dan tombol "link to previous" sedang aktif.
  Silahkan klik tombol "link to previous" untuk memutuskan link ke halaman sebelumnya.

  - Tentukan jenis penomoran bagian 2.
    Klik Insert > Page number > Format page number

   - Klik Insert > Page number > Bottom of page > Plain number 2
   - Keluarlah dari area footer, klik 2x di atas area footer.
  Coba perhatikan di bagian bawah halaman, sekarang telah muncul penomoran halaman 1 dan 2.
  Sedangkan halaman-halaman sebelum "Pendahuluan" masih kosong.

7. Berpindah ke halaman "Kata Pengantar".
    - Masuk ke area footer, dengan cara klik 2x pada area footer.
    - Tentukan jenis penomoran bagian 1.
    Klik Insert > Page number > Format page number
   - Klik Insert > Page number > Bottom of page > Plain number 2
   - Langkah terakhir, keluarlah dari area footer, klik 2x di atas area footer

8. Simpan dokumen anda

Disebarluaskan oleh : Joko Sun - "Berbagi Apa Saja"

Jokosun Kamu telah membaca artikel tentang Section break. Kamu boleh copy paste artikel ini. Jika di bawah artikel ditulis sumbernya, cantumkan sumbernya, jika tidak mohon cantumkan kode di bawah ini:

0 komentar:

Posting Komentar

Pedang yang tajam mengakibatkan luka yang dalam. Namun kata-kata yang tajam bisa melukai hati. Hati yang luka lebih sukar untuk menyembuhkannya.